Sabtu, 21 Maret 2015

Pemerintah Jangan Hanya Turun Saat Jembatan Sudah Rubuh


RELAWAN KAMPUNG

Di saat pemerintah sibuk degan urursan nya sendiri, pemerintah seperti buta kepada rakyak-rakyat yang ada di plosok-plosok desa /kampung terdalam, rakyat yang hanya ingin mencari ilmu dan terhambat karena JEMBATAN YANG AMBRUK oleh bencana alam menajadi hambatan utama rakayat indonesia dalam mencari ilmu ke sekolah. anak-anak indonesia rela mempertaruhkan nyawa nya hanya demi mencari ilmu di kampung sebelah.
  Muncullah sosok/sekelompok relawan yang menyebut diri mereka sbagai RELAWAN KAMPUNG, mengabdikan diri mereka untuk membantu rakyat indonesia. kelompok ini dibentuk pada tahun 2002,tanpa bantuan pemerintah mereka menginsprastuktur kampung-kampung yang ada di indonesia
di ketuai oleh seorang yang bernama Arif Kidrat.
  Arif Kidrat adalah seorang sarjana hukum lulusan universitas tirtayasa juga ketua paguyyuban pariwiasata banten ini adalah sosok yang sangat dibutuhkan indonesia, seorang yang berani dan lebih mengutamakan rakyat indonesia ,  dan dia hanya ingin membantu rakyat indonesia yang berusaha keras untuk melewati sungai.








  APAKAH HATI PEMERINTAH INDONESIA TIDAK TERSENTUH ???



  • Tokoh Masyarakat Cimarga: Pemerintah Jangan Hanya Turun Saat Jembatan Sudah Rubuh


                        jembatan gantung yang berada di Kampung Sangkan Manik Cimarga, Lebak



    Lebak, SatuBanten - Puluhan pelajar dari Kampung Bojong Randu, Desa Sangkan Manik, Kecamatan Cimarga, Lebak, Banten yang menuntut ilmu di SD, SMP, dan SMA Cimarga, setiap hari harus bersusah payah melewati jembatan gantung yang sudah rapuh sebagai sarana untuk menyeberang sungai.  

 

Apalagi, di saat air Sungai Cisimeut tinggi, dipastikan mereka kesulitan untuk menyeberang. Maka dari itu, dibutuhkan sebuah jembatan gantung permanen yang lebih aman dan nyaman untuk dilalui. Keinginan masyarakat membangunan jembatan itu sering disampaikan kepada Pemerintah Kabupaten Lebak melalui para wakil rakyat dan pihak desa, namun hingga kini belum juga ada tanggapan.   


 "Permohonan itu sering diungkapkan masyarakat, baik dari Desa Sangkan Manik, dan juga dari Desa Cimarga dan sekitarnya. Karena setiap hari ratusan siswa pergi ke sekolah melewati jembatan gantung yang sudah rapuh dan sangat rawan. Kami mohon jangan sampai pemerintah baru kasak-kusuk setelah ada korban jatuh dan masuk tivi," kata tokoh masyarakat Haji Jalaludin. Menurutnya, mengatasi keluhan masyarakat tersebut, kiranya perlu dibangun sebuah jembatan gantung yang permanen, karena jembatan yang digunakan saat ini kondisinya sudah sangat tidak layak.


 

"Jembatan yang digunakan saat ini sangat berbahaya karena sudah lapuk dimakan usia. Terkahir kali diperbaiki besar-besaran pada tahun 2003. Jika banjir datang, kondisinya sangat rawan. Bahkan beberapa tahun lalu ada siswa yang hanyut akibat terjatuh dari jembatan, untungnya masih bisa diselamatkan. Kami sudah capek meminta pada pemerintah tapi sampai saat ini tidak ada tanggapan,” katanya.


 Sementara itu, Arif Kirdiat selaku Kordinator Relawan Kampung yang langsung mengunjungi lokasi jembatan mengatakan bahwa kehadiran dirinya dan rekan-rekan dari Relawan Kampung karena diundang oleh masyarakat Cimarga.


 “Kami datang untuk melihat secara langsung karena kami diundang oleh Tokoh Masyarakat dan mantan Lurah Tanjung Jaya yang baru tiga bulan lalu dibuatkan jembatan gantung oleh donator dari Miss Indonesia. Kami mohon doa dan dukungannya, semoga saja jembatan gantung Sangkan Manik segera diperbaiki karena beberapa donatur sudah menyatakan kesiapannya,” ungkap Arif.




Tidak ada komentar:

Posting Komentar